Apa Itu Aquaplaning dan Cara Menghindarinya Saat Hujan Deras

icon 3 August 2026
icon Admin

Saat hujan deras mengguyur jalan, salah satu bahaya yang paling sering dihadapi pengemudi adalah hilangnya kendali akibat aquaplaning. Fenomena ini terjadi ketika ban tidak lagi mampu membuang air di permukaan jalan, sehingga terbentuk lapisan air yang memisahkan ban dari aspal. Akibatnya, mobil seperti melayang di atas air dan tidak merespons kemudi, rem, atau akselerasi. Risiko ini nyata, terutama di Indonesia yang memiliki curah hujan tinggi dan genangan air di banyak ruas jalan. Memahami mekanisme aquaplaning serta cara menghindarinya menjadi keterampilan yang wajib dimiliki setiap pengemudi.

 

Mekanisme Terjadinya Aquaplaning

 

Aquaplaning terjadi ketika jumlah air di permukaan jalan melebihi kemampuan alur tapak ban untuk membuangnya. Akibatnya, tekanan air di depan ban membentuk lapisan yang mengangkat ban dari permukaan aspal sehingga ban kehilangan kontak dengan jalan.

 

Saat ban tidak lagi menyentuh aspal, traksi hilang dan pengemudi dapat kehilangan kendali atas kendaraan. Kecepatan terjadinya aquaplaning dipengaruhi oleh kondisi ban, tekanan angin, desain tapak, dan kedalaman genangan air. Misalnya, pada genangan sekitar 2,5 mm, ban yang sudah aus dapat mulai mengalami aquaplaning pada kecepatan sekitar 70 km/jam.

 

Faktor yang Meningkatkan Risiko Aquaplaning

 

1. Kondisi Ban

Kondisi ban menjadi faktor utama yang memengaruhi risiko aquaplaning. Ban dengan tekanan angin yang tidak sesuai atau alur tapak yang sudah aus memiliki kemampuan lebih rendah dalam membuang air. Untuk menjaga performa di jalan basah, pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan dan kedalaman tapak tetap berada di atas 4 mm.

 

2. Kecepatan Kendaraan

Semakin tinggi kecepatan, semakin sedikit waktu bagi ban untuk mengalirkan air dari permukaan jalan. Karena itu, risiko aquaplaning meningkat secara signifikan saat kendaraan melaju kencang di jalan yang basah atau tergenang.

 

3. Kondisi Jalan

Genangan air, meskipun hanya beberapa milimeter, dapat memicu aquaplaning jika dipadukan dengan kecepatan tinggi. Risiko juga meningkat di jalan menurun, tikungan, maupun ruas jalan yang memiliki genangan pada jalur roda kendaraan karena traksi ban menjadi lebih mudah berkurang.

 

Pada akhirnya, aquaplaning merupakan kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja, terutama saat berkendara di tengah hujan atau melewati jalan yang tergenang air. Namun, risiko tersebut dapat diminimalkan dengan menjaga kondisi ban, menyesuaikan kecepatan, serta melakukan perawatan kendaraan secara rutin. 

 

Jika ingin memastikan ban, sistem pengereman, dan komponen penting lainnya tetap dalam kondisi prima, lakukan servis dan pemeriksaan berkala di bengkel resmi Suzuki. Untuk informasi layanan servis, suku cadang asli, maupun melakukan booking servis, kunjungi website resmi MEGAHPUTRA SEJAHTERA di suzukimegahputra.com.